HAIJABAR.ID – Kabupaten Bekasi menjadi wilayah dengan dampak kekeringan paling parah di Jawa Barat akibat fenomena El Nino.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, distribusi air bersih ke wilayah tersebut telah mencapai 2,2 juta liter, jumlah tertinggi dibandingkan daerah lain yang terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten AME mengatakan kekeringan saat ini telah melanda 15 kabupaten/kota, 93 kecamatan, serta 207 desa dan kelurahan di Jawa Barat.

“Yang paling banyak (distribusi air) adalah Kabupaten Bekasi. Kabupaten Bekasi distribusi airnya sudah sampai dengan 2,2 juta liter air, kemudian Kabupaten Bogor sekitar 800 ribu liter,” kata Teten pada Jumat, (31/7/2026).

BPBD Salurkan 2,2 Juta Liter Air

Teten mengatakan, selama kekeringan melanda Jawa Barat sebanyak 4,2 juta liter air bersih telah didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak.

Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi di tengah musim kemarau.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir, dampak kekeringan pada 2026 jauh lebih besar.

Kondisi tersebut dipicu oleh fenomena El Nino yang melanda sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat.

“Fenomena ini karena diakibatkan oleh El Nino. Jadi kekeringan di Jawa Barat lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Teten berharap jumlah daerah terdampak kekeringan di Jawa Barat tidak terus bertambah dengan mengingat musim kemarau diperkirakan belum mencapai puncaknya.

“Di tahun 2023 hampir 26 kabupaten atau kota terdampak sampai November. Mudah-mudahan sekarang cukup 17 kabupaten atau kota saja, tidak udah bertambah lagi,” pungkasnya.