Siswa Boarding Schooll di Bekasi Diduga Dianiaya Teman, Alami Luka hingga Mata Pecah Pembuluh Darah


HAIJABAR.ID – Seorang siswa laki-laki di salah satu boarding school di Kota Bekasi, Jawa Barat, diduga mengalami penganiayaan oleh temannya. Polisi kini melakukan penyelidikan setelah menerima laporan terkait dugaan kekerasan tersebut.
Informasi mengenai dugaan penganiayaan itu sebelumnya disampaikan orang tua korban melalui media sosial.
Dalam unggahannya, orang tua menyebut korban mengalami sejumlah luka, mulai dari lebam di tubuhm benjolan di kepala hingga rasa sakit pada bagian dada.
Pihak keluarga menyebut korban sempat mengatakan luka tersebut terjadi karena terjepit pintu. Namun, ketika orang tua kembali mengunjungi korban pada pekan berikutnya, luka-luka tersebut disebut masih terlihat.
Pihak sekolah membenarkan adanya keributan yang melibatkan siswa. Sekolah juga menyebut anak korban mengalami kekerasan oleh rekannya.
Berdasarkan pemeriksaan dokter, korban disebut mengalami pecah pembuluh darah pada area mata.
Orang tua korban sebelumnya menyebut dugaan penganiayaan terjadi pada Kamis (17/9/2026). Peristiwa tersebut dinarasikan berlangsung di lingkungan asrama sekolah.
Korban disebut mengalami pecah pembuluh darah pada mata, benjolan di kepala, serta memar pada bagian dada hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana membenarkan adanya laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut. Polisi saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan.
“Laporan telah diterima pihak kepolisian dan sedang diproses penyelidikan. Sudah ada laporannya. Kita tindak lanjuti selidiki,” kata Putu saat dihubungi, Jumat (25/9/2026).
Polisi telah mengajukan visum terhadap korban untuk mengetahui kondisi luka yang dialami. Selain itu, sejumlah saksi juga dimintai keterangan dan bukti pendukung dikumpulkan.
“Mengajukan visum untuk ketahui kondisi korban, dirangkai dengan meminta keterangan saksi, mengumpulkan bukti pendukung lainnya,” ujarnya.
Menurut unggahan orang tua korban, pihak sekolah sebelumnya telah melakukan mediasi yang melibatkan keluarga korban dan siswa yang disebut terlibat dalam dugaan penganiayaan.
Mediasi tersebut disebut berlangsung pada Senin (21/9/2026). Namun, menurut orang tua korban, pertemuan tersebut belum menemukan titik terang.
Saat ini polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan penganiayaan tersebut.