Polres Bogor Siagakan 500 Personel, Antisipasi Pelajar Demo ke Jakarta


HAIJABAR.ID – Polres Bogor menyiagakan 500 personel gabungan untuk mengantisipasi pergerakan pelajar yang hendak mengikuti aksi penyampaian pendapat di wilayah Jakarta. Personel ditempatkan di sejumlah titik perbatasan hingga stasiun.
Kabagops Polres Bogor Kompol Wily Yulistino mengatakan, pengaman dilakukan di sejumlah wilayah yang berbatasan langsung dengan Jakarta, di antaranya Cileungsi, Cibinong, Parungpanjang, Tenjo, dan Parung.
“Betul, semua perbatasan termasuk Cileungsi, Cibinong, Parungpanjang, Tenjo, terus Parung semua bang, semua Polsek main yang perbatasan langsung dengan Jakarta,” kata Wily pada Selasa, (20/10/2026).
Wily mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi mengenai rombongan pelajar yang bergerak menuju Jakarta untuk mengikuti aksi penyampaian pendapat.
Meski demikian, personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi pergerakan tersebut.
“Tetap kita siapkan beberapa personel di perbatasan, kemudian di stasiun, kemudian di beberapa titik yang kita antisipasi tujuannya kita hanya mengantisipasi terutama pelajar-pelajar yang terprovokasi bang,” ucapnya.
Menurut Wily, langkah antisipasi tersebut dilakukan karena sebagian pelajar masih berusia di bawah umur. Karena itu, Polres Bogor mengimbau para pelajar agar tidak mengikuti aksi penyampaian pendapat di muka umum.
“Secara aturan kan mereka masih di bawah umur yang tidak boleh mengikuti kegiatan penyampaian-penyampaian pendapat di muka umum,” imbuhnya.
Wily menjelaskan, petugas akan memberikan imbauan kepada pelajar yang ditemukan hendak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi agar kembali ke rumah.
Namun, petugas akan melakukan penindakan apabila menemukan dugaan tindak pidana, termasuk jika pelajar kedapatan membawa senjata tajam atau bahan berbahaya yang berpotensi digunakan untuk melakukan tindakan kriminal.
“Diimbau untuk disuruh pulang, diimbau. Kalau ada yang pidana ya misalnya yang pidana kan membawa sajam atau bawa molotov, bawa apa yang kira-kira berpotensi untuk dipakai. Tapi kalau masih nggak ada, ya kita imbau untuk pulang,” jelasnya.
Wily menyebut, pengalaman aksi demonstrasi pada Agustus tahun lalu menjadi salah satu pertimbangan pihaknya untuk meningkatkan langkah antisipasi.
Saat itu, polisi mendapati sekitar 190 pelajar yang hendak menuju Jakarta untuk mengikuti demonstrasi.
“Karena waktu tahun lalu kejadian Agustus itu kan kita dapat berapa itu 190-an itu kan yang mau ke Jakarta itu demo,” tambah Wily.
Selain mengantisipasi pergerakan pelajar menuju Jakarta, sebanyak 500 personel gabungan tersebut juga disiapkan untuk mengantisipasi aksi penyampaian pendapat di wilayah Kabupaten Bogor.