Pemprov Jabar Siapkan Danau Retensi di Lanud Sulaiman, Sodetan Dibangun 2027


HAIJABAR.ID – Pemerintah Probinsi Jawa Barat menyiapkan pembangunan danau retensi di sekitar Lanud Sulaiman untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Bandung Raya.
Selain itu, normalisasi sungai menjadi prioritas pada 2026, sedangkan pembangunan sodetan sepanjang sekitar satu kilometer direncanakan pada 2027.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, penanganan banjir dilakukan bersama Pemprov Jabar, Pemerintah Kabupaten Bandung, dan Pemerintah Kota Bandung.
Upaya tersebut mencakup perbaikan aliran sungai, penanganan sampah, hingga pembangunan infastruktur pengendali banjir.
Rencana pembangunan danau retensi dibahas Dedi bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna dan jajaran teknis.
Selain pengerukan sungai, pemerintah akan memperbaiki bangunan yang menghambat aliran air, termasuk menambah bukaan dari semula satu menjadi dua.
Tembok penahan tanah (TPT) juga akan dibangun di lokasi yang rawan dilimpasi air. Dedi meminta seluruh pekerjaan dilakukan secara serius dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dedi mengarahkan agar pengerukan manual sepanjang sekitar satu kilometer melibatkan tenaga berpengalaman dengan sistem borongan.
Menurutnya, metode tersebut diperlukan agar pekerjaan berjalan efektif dan menghasilkan capaian yang terukur.
“Kalau hanya padat karya biasa, nanti pekerjaannya tidak ada tambahnya,” kata Dedi pada Rabu, (14/10/2026).
Menurut Dedi, kebutuhan tenaga kerja, upah, alat berat, kendaraan pengangkut, hingga tempat pembuangan material harus diperhitungkan sejak awal.
Ia juga meminta titik rawan banjir segera menjadi prioritas anggaran.
“Jangan menunggu tahun depan. Nanti banjir lagi,” tegasnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat Dikky Achmad Sidik mengatakan, normalisasi sungai menjadi salah satu prioritas penanganan banjir pada 2026.
“Untuk 2026, pertama normalisasi total dari muara, diperdalam. Lebar minimum lima meter semua,” katanya.
Pekerjaan tersebut akan dimulai dari muara dengan memperdalam aliran dan memastikan lebar sungai minimal lima meter.
Selain normalisasi, Pemprov Jabar juga akan memasang penyekat sampah atau trash rack untuk menahan sampah kiriman dari Kota Bandung agar tidak menyumbat aliran sungai.
Fasilitas tersebut akan didukung petugas, alat berat berukuran kecil, kendaraan pengangkut, serta tempat pengolahan atau pembuangan sampah.
Langkah ini diharapkan membantu menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengurangi risiko penyumbatan.
Dedi juga meminta jajarannya menyiapkan rencana pembangunan sodetan sepanjang sekitar satu kilometer pada 2027.
Sodetan tersebut dirancang untuk mengalihkan aliran air ke sungai lain sehingga tidak melewati kawasan permukiman.
“Sodetan yang ini dibikin saja rencana 2027. Jadi nanti tidak melalui permukiman,” tutur Dedi.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, aliran air dari Kabupaten Bandung turut berkontribusi terhadap banjir di Kota Bandung.
Karena itu, pembangunan danau retensi perlu disertai penanganan di wilayah hulu.
“Ini air di Kota Bandung kiriman akibat banjir Citarum. Solusi pertama setuju bikin danau di sekitar Sulaiman. Tapi tetap dari hulunya diselesaikan,” katanya.
Melalui pembangunan danau retensi, normalisasi sungai, pemasangan penyekat sampah, dan rencana sodetan, pemerintah berharap penanganan banjir di Bandung Raya dapat dilakukan secara terpadu, mulai dari wilayah hulu hingga kawasan permukiman yang terdampak.