Pemkot Cirebon Periksa Bahan Pangan SPPG, Pastikan Menu MBG Aman Dikonsumsi


HAIJABAR.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat, menggencarkan pengawasan keamanan pangan segar di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memenuhi standar keamanan dan mutu pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara rutin setiap Rabu.
Petugas mengambik sampel bahan pangan dan melakukan pengujian cepat untuk mendeteksi kemungkinan kandungan zat berbahaya.
“Pengawasan diperluas ke dapur-dapur SPPG untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Program MBG. Kami memakai metode rapid test nitrit,” katanya di Cirebon, Jumat.
Elmi menjelaskan, DKP3 memiliki kewenangan mengawasi keamanan pangan segar asal tumbuhan, hewan, dan ikan.
Karena itu, pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahan pangan yang diterima SPPG aman sebelum diolah menjadi makanan bagi penerima manfaat MBG.
Dalam pelaksanaannya, petugas DKP3 memeriksa sampel bahan pangan, penanganan bahan baku, fasilitas penyimpanan, hingga ruang pengemasan makanan di SPPG.
Pengawasan tersebut melibatkan sejumlah bidang di lingkungan DKP3 Kota Cirebon, yakni bidang ketahanan pangan, keamanan dan kerawanan pangan, peternakan, serta perikanan.
Bidang ketahanan pangan bertugas memeriksa susunan menu MBG untuk memastikan penerapan prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Sementara itu, bidang keamanan dan kerawanan pangan melakukan pengujian cepat terhadap sampel sayur dan buah guna mendeteksi kemungkinan residu pestisida, formalin, maupun zat berbahaya lainnya.
“Pengawasan kami berfokus pada pangan segar yang digunakan sebagai bahan baku. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahan pangan yang diterima SPPG aman sebelum diolah menjadi makanan,” katanya.
Selain pengujian sampel, petugas turut memantau kondisi penyimpanan bahan pangan.
Pemeriksaan mencakup pengaturan suhu tempat penyimpanan telur dan daging agar kualitas bahan tetap terjaga sebelum digunakan untuk memasak menu MBG.
Elmi mengatakan, seluruh SPPG yang menjadi sasaran pengawasan DKP3 Kota Cirebon telah mematuhi ketentuan yang diterapkan, termasuk dalam penanganan bahan pangan untuk kebutuhan MBG.
Meski demikian, DKP3 tetap memberikan rekomendasi perbaikan kepada pengelola SPPG apabila ditemukan bahan pangan yang kualitasnya belum memenuhi standar.
Dengan begitu, bahan tersebut dapat ditangani sebelum digunakan untuk pengolahan makanan.
Elmi juga mengimbau pihak sekolah dan siswa untuk ikut memperhatikan kondisi makanan yang diterima, mulai dari tampilan hingga aroma, sebelum dikonsumsi.
“Kami mengimbau sekolah dan siswa dalam memperhatikan kondisi makanan dapat membantu menjaga keamanan konsumsi MBG serta mendukung pelaksanaan program tersebut secara berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui pengawasan berkala tersebut, Pemkot Cirebon berupaya menjaga keamanan bahan baku sekaligus mendukung pelaksanaan Program MBG agar berjalan secara berkelanjutan.