Kakek 78 Tahun di Cirebon Tewas Terbakar Saat Bersihkan Ilalang di Kebun


HAIJABAR.ID – Seorang kakek berusia 78 tahun berinisial MS ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjebak kobaran api saat membakar ilalang untuk membersihkan kebunnya di Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Minggu (20/9/2026).
MS diketahui pergi seorang diri ke kebun miliknya yang dipenuhi ilalang dan tanaman kering. Polisi menduga api membesar karena kondisi cuaca panas dan embus angin hingga korban kesulitan mengendalikan kobaran api.
Kanit Reskrim Polsek Lemahabang Aiptu Tris mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya warga yang ditemukan meninggal dunia di area perkebunan.
“Awal kejadian sekitar pukul 15.00 WIB, kami mendapatkan informaasi dari masyarakat bahwa telah ditemukan seseorang yang meninggal dunia akibat terbakar di kebun miliknya,” kata Tris pada Senin, (21/9/2026).
Mendapat laporan tersebut, polisi bersama Kapolsek Lemahabang, tim Inafis, serta petugas kesehatan dari Puskesmas Lamahabang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan awal.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui merupakan warga Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan pada tubuh korban, baik yang disebabkan benda tajam maupun benda tumpul.
“Dari hasil pemeriksaan, korban memang diduga meninggal dunia akibat terbakar. Tidak ditemukan adanya luka akibat kekerasan benda tajam maupun benda tumpul,” ungkapnya.
Menurut keterangan anak korban dan sejumlah warga sekitar, MS diketahui cukup rutin mendatangi kebunnya. Hampir setiap hari, korban datang untuk melihat kondisi sekaligus membersihkan lahan miliknya.
Pada saat kejadian, kondisi kebun dipenuhi ilalang dan tanaman kering. Korban kemudian mengumpulkan ilalang tersebut untuk dibersihkan dengan cara dibakar.
Namun, kondisi cuaca yang panas serta embusan angin diduga membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke area sekitar. Korban diduga kesulitan mengendalikan api hingga akhirnya terjebak di tengah lahan yang terbakar.
“Dugaan awal berdasarkan keterangan saksi dari anaknya dan warga sekitar, korban memang punya aktivitas setiap hari ke sini untuk melihat kebunnya,” jelasnya.
“Karena kebunnya penuh dengan ilalang, dia berusaha mengumpulkan ilalang itu untuk dibersihkan dengan cara dibakar. Mungkin karena usia, cuaca sedang panas, kemudian angin juga bertiup kencang, sehingga pembakaran yang dilakukan akhirnya menjadi besar,” sambungnya.
Tris menambahkan, MS berada seorang diri ketika melakukan aktivitas membersihkan kebun tersebut. Tidak ada anggota keluarga yang ikut mendampingi korban.
“Pada saat itu sendirian. Tapi sebelum berangkat sempat izin sama keluarganya bahwa mau ke sini,” ungkapnya.
Sebelum kejadian, korban diketahui sempat meminta izin kepada keluarganya untuk pergi ke kebun. Setelah itu, MS pergi seorang diri menuju lahan miliknya untuk melakukan aktivitas rutin.
Polisi kembali melakukan pemeriksaan di lokasi pada Senin (21/9/2026). Saat petugas tiba, bekas kebakaran masih terlihat jelas di area perkebunan.
Hamparan tanah di sekitar lokasi tampak menghitam. Ilalang dan daun-daun kering yang sebelumnya memenuhi lahan telah berubah menjadi abu dan sisa arang.
Petugas kemudian menyusuri sejumlah titik yang terbakar untuk melihat kondisi lokasi serta mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut. Sejumlah perangkat desa dan warga turut berada di sekitar lokasi saat proses pemeriksaan berlangsung.
Video amatir yang beredar di media sosial juga memperlihatkan kondisi kebun setelah dilanda kebakaran. Dalam rekaman tersebut, terlihat hamparan lahan dipenuhi abu dan sisa tanaman yang hangus.
Pada bagian lain rekaman, tampak seseorang terbaring di dekat batang pohon besar di tengah area yang telah terbakar.
Polisi hingga kini masih mendasarkan dugaan awal bahwa MS meninggal dunia setelah terjebak dalam kobaran api ketika tengah membersihkan ilalang di kebunnya. Hasil pemeriksaan awal juga tidak menemukan adanya tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh korban.