Bayi Bertali Pusar Ditemukan dalam Kantong Belanja di Gubuk Bekas Warung Bogor


HAIJABAR.ID – Bayi laki-laki dengan kondisi tali pusar masih menempel ditemukan warga di sebuah gubuk bekas warung di Jalan Bomang, RT 02/RW 11, Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bayi tersebut ditemukan dalam keadaan hidup dan sehat di dalam kantong kain belanja warna putih yang diletakkan di pojok gubuk dan bercampur dengan daun-daun kering.
Kapolsek Tajurhalang Iptu Raden Suwito mengatakan bayi tersebut ditemukan oleh warga bernama Jaelani pada Sabtu, (26/9/2026) pagi.
Saat melintas di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB, Jaelani mendengar suara tangisan bayi dari dalam gubuk bekas warung yang berada di belakang Bakso Gede Rasa.
“Bayi di temukan pada pukul 08.30 WIB. Saat Bapak Jaelani melintas, terdengar suara bayi di gubuk bekas warung, di belakang bakso Gede Rasa,” kata Raden pada Sabtu, (26/9/2026).
Mendengar suara tersebut, Jaelani kemudian menghampiri gubuk untuk memastikan sumber suara. Ia terkejut setelah menemukan seorang bayi laki-laki berada di dalam kantong kain belanja warna putih.
Kantong tersebut berada di pojok kanan gubuk dan bercampur dengan daun-daun kering. Jaelani kemudian mengangkat kantong berisi bayi tersebut.
Bayi itu tampak diselimuti menggunakan sarung berwarna hijau. Dari kondisi tali pusar yang masih menempel, polisi memperkirakan bayi tersebut baru berusia beberapa hari.
“Kurang lebih umur empat hari. Karena masih terdapat tali pusar. Bayi tersebut ditemukan dalam keadaan sehat dan hidup,” jelas Raden.
Setelah menemukan bayi tersebut, Jaelani membawannya ke rumah. Bayi kemudian dimandikan sembari menunggu kedatangan pihak kepolisian dan perangkat desa setempat.
Polsek Tajurhalang kemudian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari saksi yang menemukan bayi.
“Pihak kepolisian dari Polsek Tajurhalang sudah melakukan cek TKP, kemudian saksi dimintai keterangan,” kata Raden.
Bayi tersebut selanjutnya diarahkan oleh pemerintah desa ke Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Oleh pihak pemerintah desa untuk diarahkan ke dinas sosial oleh pemerintah desa,” imbuhnya.
Sementara itu, polisi masih menelusuri keberadaan orang tua bayi tersebut. Raden mengatakan belum ada orang tua yang ditemukan atau diketahui terkait penemuan bayi tersebut.
“Belum (ditemukan orang tua bayi tersebut). Karena di sekitaran lokasi minim CCTV,” pungkasnya.
Polisi masih melakukan penelusuran untuk mengetahui siapa yang meninggalkan bayi tersebut di gubuk bekas warung.