Bandung Antisipasi Kekeringan, Warga Terdampak Gangguan Air Bakal Disuplai Tangki


HAIJABAR.ID – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan penyaluran air bersih menggunakan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak gangguan pasokan air di tengah upaya mengantisipasi dampak kekeringan.
Pemkot Bandung juga memperkuat kerja sama dengan sejumlah sumber air di Kabupaten Bandung Barat guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kerja sama dengan kedua daerah tersebut berjalan dengan baik.
Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga membantu menjaga ketersediaan cadangan air, terutama di sejumlah tempat penampungan.
“Kami terus berupaya keras. Kerja sama dengan beberapa sumber air di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat berjalan dengan baik,” kata Farhan pada Rabu, (21/10/2026).
Farhan menjelaskan, penyaluran air bersih melalui mobil tangki menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendesak.
Langkah ini juga ditujukan bagi pelanggan yang mengalami gangguan pasokan air.
Dengan skema tersebut, masyarakat diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan air bersih selama pasokan melalui jaringan perpipaan mengalami gangguan.
“Benar, disuplai air lewat tangki dulu untuk memenuhi kebutuhan mendesak,” katanya.
Pemkot Bandung terus berupaya menjaga ketersediaan air bersih melalui kerja sama lintas daerah dan dukungan pemerintah provinsi.
Selain memastikan ketersediaan pasokan air bersih, Farhan juga menyoroti mekanisme pembayaran tagihan bagi pelanggan yang terdampak gangguan pasokan.
Ia mengatakan akan berkoordinasi langsung dengan Direktur Perumda Tirtawening Kota Bandung untuk memastikan apakah tagihan pelanggan tetap dihitung berdasarkan pemakaian atau akan ada kebijakan penyesuaian.
Menurut Farhan, sistem langganan kemungkinan masih berlaku.
Namun, ia belum dapat memastikan secara terperinci ketentuan pembayaran bagi pelanggan yang mengalami gangguan pasokan air.
“Sepertinya sistem langganan tetap berlaku, tapi saya perlu memastikan dulu rinciannya. Nanti saya kabarkan lebih lanjut,” tandasnya.
Hingga saat ini, Pemkot Bandung masih berupaya memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekaligus mengklarifikasi mekanisme tagihan bagi pelanggan yang terdampak gangguan pasokan.