HAIJABAR.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota bandung menargetkan pembangunan dua sekolah baru pada 2026, yakni SDN 026 Bohongloa dan SMPN 75 di Kecamatan Regol.
Pembangunan ini dilakukan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mengatasi wilayah yang masih minim fasilutas sekolah negeri (blank spot).
Disdik Bandung Bangun 2 Sekolah Baru pada 2026
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Gufron, mengatakan kedua sekolah tersebut saat ini sudah mulai dibangun.
“Tahun ini yang mau kita bangun itu SD Bojongloa sama SMP 75 di Kecamatan Regol. Sekarang sudah mulai pembangunannya,” kata Asep pada Jumat, (17/7/2026).
Menurut Asep, pembangunan SDN 026 Bojongloa dilakukan setelah bangunan sekolah sebelumnya mengalami persoalan sengketa lahan sehingga perlu dibangun kembali.
SDN 235 Lengkong Kecil Juga Direhabilitasi
Selain membangun sekolah baru, Disdik Kota Bandung juga melakukan rehabilitasi sejumlah sekolah, salah satunya SDN 235 Lengkong Kecil.
Rehabilitasi dilakukan dengan menambah kapasitas ruang kelas karena tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SD tersebut.
“Kan sekarang coba aja dilihat, itu lagi dibangun. Itu kan ditambah ruang kelasnya, yang tadinya sekolahnya jelek banget, sekarang kita bangun dua lantai. Karena emang di sana banyak sekali minat masuk ke SD-nya,” ungkap Asep.
SMPN 75 Dibangun untuk Kurangi Sistem Dua Shift
Asep menjelaskan, pembangunan SMPN 75 juga ditunjukan untuk mengatasi kekurangan fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah blank spot.
Saat ini, masih terdapat beberapa SMP negeri di Kota Bandung yang menerapkan sistem pembelajaran dua shift karena harus berbagi gedung dengan sekolah dasar.
“Kayak SMP 67 dan 47 itu kan masih menyatu ada yang dengan SD, belajarnya dua shift. Jadi intinya mah, kalau tidak ada yang menyatu mah semua SMP udah satu shift, full day. Karena kalau dua shift, pola belajarnya berkurang nanti,” pungkasnya.
Melalui pembangunan sekolah baru dan rehabilitasi fasilitas pendidikan, Pemerintah Kota Bandung berharap akses pendidikan semakin merata sekaligus mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal bagi para siswa.

Tinggalkan Balasan