HAIJABAR.ID – Kepolisian masih terus menyelidiki kasus penemuan bayi perempuan yang ditelantarkan di lahan kosong dekat salah satu perumahan di Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap identitas pelaku maupun orang tua bayi tersebut.
“Kami mulai melakukan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap identitas pelaku,” kata Wuryanti pada Rabu, (15/7/2026).
Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Lahan Kosong Bekasi
Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan empat saksi, termasuk seorang pemulung yang pertama kali menemukan bayi serta beberapa pedagang di sekitar lokasi kejadian.
Namun hingga kini, penyelidikan masih mengalami kendala lantaran minimnya petunjuk. Lokasi penemuan berada di lahan kosong yang sepi, tidak dilengkapi kamera pengawas (CCTV), dan bukan jalur yang ramai dilalui warga.
“Yang jelas kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku yang membuang bayi tersebut,” katanya.
Bayi Sempat Mengalami Demam dan Kekurangan Cairan
Setelah menerima laporan dari masyarakat, polisi langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi bayi untuk mendapatkan penanganan medis.
Saat ditemukan, bayi perempuan tersebut mengalami demam ringan, kekurangan cairan, dan tampak menguning.
Bayi juga ditemukan tanpa pakaian dan hanya terbungkus kain bekas. Bayi kemudian dibawa ke bidan desa untuk dibersihkan sebelum dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi guna menjalani perawatan intensif.
“Begitu menerima laporan, kami langsung ke lokasi, memeriksa kondisi bayi, kemudian mengevakuasi karena kondisinya agak hangat seperti demam, kurang cairan, dan terlihat agak kuning,” jelas Wuryanti.
Kemudian, kondisi bayi tersebut dilaporkan saat ini sudah dengan keadaan yang sehat.
“Alhamdulillah sekarang bayinya sudah dalam keadaan sehat,” tambahnya.
Ditemukan Pemulung di Lahan Kosong
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, bayi diperkirakan berusia sekitar tiga hari dengan berat badan 3,1 kilogram dan panjang 49 sentimeter.
Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi. Hanya terdapat kemerahan di bagian hidung yang diduga akibat gigitan semut atau serangga.
“Hanya di hidung sempat ada kemerahan yang kemungkinan akibat gigitan semut atau serangga,” ujarnya.
Bayi tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB pada Selasa, (4/7/2026) oleh seorang pemulung bernama Kandar. Awalnya, ia mengira bayi itu telah meninggal dunia karena tidak bergerak dan tidak menangis.
Namun setelah memastikan kondisinya menggunakan sebatang kayu, bayi mulai bergerak dan menangis. Kandar kemudian segera meminta bantuan warga dan melaporkan penemuan tersebut kepada aparat setempat.
Saat ini, polisi juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi karena bayi tersebut berstatus sebagai anak telantar.
“Setelah dirawat di RSUD, kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial karena bayi ini merupakan anak terlantar,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan