HAIJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, telah menyalurkan total 245.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026.
Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih akibat mengeringnya sumber air.
Pemkab Bekasi Salurkan 245 Ribu Liter Air Bersih
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan total bantuan tersebut terdiri dari 220.000 liter air bersih yang disalurkan BPBD dan 25.000 liter bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI).
“Hingga saat ini kami telah menyalurkan air bersih sebanyak 220.000 liter yang diperkuat bantuan dari PMI sebanyak 25.000 liter sehingga total yang terdistribusi kepada warga mencapai 245.000 liter air bersih,” kata Dodi pada Senin, (6/7/2026).
Bantuan air bersih mulai disalurkan sejak 9 Juni 2026 kepada warga di 11 titik yang tersebar di 2 kecamatan, yakni 4 titik di Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, dan 7 titik di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.
Penyaluran Air Bersih Dilakukan Hampir Setiap Hari
Dodi menjelaskan, kekeringan terjadi karena sejumlah sumber air warga mengering selama musim kemarau.
Kondisi tersebut diperparah dengan belum terseduanya sumber air alternatif maupun jaringan perpipaan Perumda Tirta Bhagasasi yang belum menjangkau seluruh permukiman.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD terus mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki dengan volume sekitar 5.000 hingga 10.000 liter per hari, menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Kami juga berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran. Termasuk dengan Tirta Bhagasasi, kami menyiagakan armada sementara bahan baku air dari jaringan atau kantor cabang terdekat degan lokasi krisis,” jelasnya.
Warga Diminta Segera Melapor Jika Kekurangan Air Bersih
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar segera melaporkan kondisi tersebut melalui pemerintah desa atau kecamatan setempat agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami sarankan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih segera melapor melalui desa atau kecamatan setempat agar dapat diteruskan kepada kami,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
BNPB juga meminta masyarakat di daerah rawan kekeringan menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Selain itu, warga di wilayah rawan banjir tetap diminta mewaspadai potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat memicu genangan maupun luapan sungai.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan mengikuti arahan pemerintah daerah maupun BPBD guna meminimalkan risiko bencana selama musim kemarau.

Tinggalkan Balasan