HAIJABAR.ID – Aksi unjuk rasa pada Kamis (27/8/2026) tidak hanya berlangsung di Jakarta. Puluhan mahasiswa dan elemen pemuda di Kota Bogor turut menggelar demonstrasi di depan Istana Kepresidenan Bogor.

Sekitar 50 demonstran yang tergabung dalam aliansi kolektif mengikuti aksi tersebut.

Mereka berasal dari sejumlah kelompok dan organisasi, di antaranya mahasiswa UIKA, Universitas Pakuan, APHB, IKAMSU, FMBI, AMB, hingga BEM se-Kota Bogor.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Naufal, mengatakan aksi tersebut berangkat dari keresahan mahasiswa di tingkat daerah.

Menurutnya, gerakan tersebut muncul setelah kelembagaan mahasiswa di sejumlah kampus Kota Bogor dinilai tidak lagi aktif.

“Kami adalah mahasiswa biasa yang melihat keresahan dikarenakan kelembagaan-kelembagaan seluruh kampus Kota Bogor sudah vakum dan tidak bergerak lagi,” kata Naufal pada Kamis, (27/8/2026).

Atas kondisi tersebut, para mahasiswa kemudian membentuk aliansi bersama untuk tetap menyuarakan aspirasi dan mengawal berbagai persoalan yang menjadi perhatian mereka.

“Maka kami membentuk aliansi menghimpun diri bersama untuk terus mengawal gerakan-gerakan ini,” tambah Naufal.

Mahasiswa Bawa 12 tuntutan

Dalam aksi di depan Istana Kepresidenan Bogor, Massa, membawa 12 tuntutan yang berkaitan dengan berbagai persoalan sosial, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga pemberantasan korupsi.

Massa juga mendesak agar berkas kajian akademik yang telah mereka susun dapat diserahkan langsung kepada Presiden RI melalui Kepala Istana Kepresidenan Kota Bogor, Erwin Wicaksono.

Salah satu tuntutan yang disuarakan mahasiswa adalah pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Mereka juga menolak kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai dapat semakin membebani mahasiswa.

Selain persoalan pendidikan dan pemberantasan korupsi, mahasiswa menyoroti kesejahteraan pekerja Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mereka menolak penyebutan pekerja MBG sebagai “relawan” serta adanya status kontrak kerja resmi bagi para pekerja.

Sempat Terjadi Saling Dorong dengan Polisi

Aksi demonstrasi di depan Istana Bogor sempat berlangsung tegang. Berdasarkan pantauan di lokasi, terjadi aksi saling dorong antara massa mahasiswa dengan aparat kepolisian yang berjaga.

Namun, ketegangan tersebut tidak berlangsung lama. Massa kemudian kembali bergerak maju dan aksi berlanjut dengan penyampaian sejumlah tuntutan.

Naufal menegaskan, aliansi mahasiswa akan terus mengawal perkembangan tuntutan yang telah disampaikan kepada pemerintah.

“Kami akan terus mengawal dan memantau seluruh respons pemerintah dan penegak hukum terhadap tuntutan yang telah disampaikan,” tegas Naufal di hadapan massa.

Aksi Mahasiswa Juga Berlangsung di Jakarta

Aksi mahasiswa di Kota Bogor tersebut berlangsung bersamaan dengan demonstrasi di Jakarta. Pada Kamis sore sekitar pukul 16.40 WIB, ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi memadati gerbang utama Gedung DPR RI.

Massa mahasiswa di Jakarta berasal dari sejumlah kampus, di antaranya UPN Veteran Jakarta, Universitas Pamulang (Unpam), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), BSI, dan Universitas Terbuka.

Seperti aksi di Bogor, mahasiswa di Jakarta juga menyuarakan isu pemberantasan korupsi. Salah satu tuntutan yang disampaikan adalah pengesahan RUU Perampasan Aset serta hukuman berat bagi pelaku korupsi.

“Sahkan RUU Perampasan Aset dan hukum mati koruptor!” teriak seorang mahasiswa dari tengah kerumunan di depan Gedung DPR RI, Jakarta.