Tekan Tawuran Pelajar, Disdikpora Cianjur Minta Sekolah Razia HP Sepekan Sekali


HAIJABAR.ID – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta seluruh satuan pendidikan merutinkan razia telepon seluler (ponsel) minimal satu kali dalam sepekan.
Kebijakan ini dilakukan untuk menekan aksi kekerasan, tawuran, dan kenakalan remaja yang meibatkan pelajar.
Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan, pihaknya akan memperkuat pengawasan terhadap penggunaan ponsel di kalangan pelajar.
Langkah tersebut dilakukan seiring maraknya tawuran dan kasus kenakalan remaja di wilayah Cianjur.
Ia juga akan mengevaluasi surat edaran tentang penggunaan ponsel dengan menginstruksikan seluruh satuan pendidikan menggelar razia secara rutin setiap pekan.
Upaya ini turut ditujukan untuk menekan kasus perundungan yang masih ditemukan di lingkungan pelajar.
”Langkah tersebut bertujuan untuk mengantisipasi berbagai kejadian yang tidak diharapkan, termasuk aktivitas negatif di media sosial yang berpotensi memicu konflik antarpelajar,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Kamis (22/10/2026).
Ruhli mengatakan, pihaknya tengah mencermati sejumlah akun media sosial yang dinilai bermuatan negatif dan berkaitan dengan siswa dari satuan pendidikan berbeda.
Karena itu, setiap sekolah diminta bergerak cepat ketika menemukan indikasi perilaku menyimpang atau potensi konflik antarpelajar.
Menurut dia, penanganan awal dapat dilakukan melalui pembinaan internal dengan melibatkan guru bimbingan konseling (BK), wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta wali kelas.
”Penanganan awal dapat dilakukan melalui pembinaan internal dengan melibatkan guru bimbingan konseling (BK), wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta wali kelas masing-masing,” ujarnya.
Selain pengawasan di sekolah, Ruhli menekankan pentingnya keterlibatan orangtua dalam mencegah tawuran dan kenakalan remaja.
Kolaborasi antara sekolah, komite sekolah, wali kelas, dan orangtua dinilai penting untuk memantau perilaku siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
”Ketika ditemukan hal yang kurang positif, harus segera diantisipasi, sehingga kerja sama antara pihak sekolah dan orangtua sangat dibutuhkan, terutama dalam pengawasan saat berada di lingkungan tempat tinggal,” katanya.
Untuk memperkuat pencegahan, Disdikpora Cianjur juga menyiapkan layanan pusat pengaduan atau call center.
Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan TNI/Polri di tingkat kecamatan dengan melibatkan bhabinkamtibmas dan babinsa guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang melibatkan pelajar.
”Mulai pekan depan, pembinaan siswa dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan TNI/Polri di seluruh satuan pendidikan jenjang SMP, baik negeri maupun swasta, sehingga dapat memperkuat pendidikan karakter bagi pelajar,” katanya.