HAIJABAR.ID – Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, memastikan isi LPG tabung 3 kilogram sesuai dengan berat bersih yang tertera pada label dan standar yang telah ditentukan.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah mengatakan hal tersebut setelah melakukan monitoring pengajuan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) LPG 3 kg di Satuan Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Catur Jaya Perkasa, Jalan Raya Tapos, Depok pada Jumat, (18/9/2026).

“Saya sudah melakukan monitoring pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) LPG 3 kg di Satuan Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Catur Jaya Perkasa Jalan Raya Tapos,” kata Chandra pada Jumat, (18/9/2026).

Dalam monitoring tersebut, Chandra melihat langsung proses pemeriksaan dan penimbangan isi tabung LPG 3 kg. Pengujian dilakukan oleh UPTD Metrologi Legal Kota Depok.

“Kami mengukur pengisian tabung apakah sesuai ketentuan, lalu dicatat dalam sistem, saya melihatnya cukup simpel dan efektif yang dilakukan teman-teman UPTD Metrologi Legal Kota Depok,” jelasnya.

80 Tabung LPG 3 Kg Diuji Secara Acak

Sebanyak 80 tabung LPG 3 kg diambil secara acak dari tempat penyimpanan atau pengisian untuk menjalani pengujian BDKT.

Seluruh tabung kemudian ditimbang menggunakan alat timbang yang telah ditera ulang untuk memastikan berat isi sesuai dengan ketentuan.

Hasilnya, seluruh 80 tabung LPG yang diuji dinyatakan lolos pengujian BDKT. Artinya, berat isi tabung tersebut masih sesuai dengan standar dan batas toleransi yang ditetapkan.

“Saya minta pastikan semua sesuai takaran sehingga konsumen mendapatkan haknya sesuai biaya yang mereka keluarkan,” tegas Chandra.

SPBE Rutin Jalani Pengujian

Pengurus SPBE Catur Jaya Perkasa, Diah, mengatakan pihaknya secara rutin meminta UPTD Metrologi Legal melakukan pengujian BDKT terhadap LPG 3 kg yang diproduksi.

Menurutnya, pengujian biasanya dilakukan dua kali dalam setahun atau setiap enam bulan.

Dalam satu hari, SPBE Catur Jaya Perkasa mampu memproduksi hingga 60 ton metrik LPG atau setara 60.000 kilogram.

“Sebagian besar agen kami dari Depok, Bogor dan Jakarta Timur. Kami sangat memahami aturan pemerintah untuk dilakukan pengujian dan sangat terbuka kami tidak ingin sampai mengecewakan masyarakat,” katanya.