HAIJABAR.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan menata akses menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon. Penataan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan strategis sektor perikanan, ekonomi, dan pariwisata.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan pembangunan infastruktur diperlukan untuk memperkuat konektivitas dari pintu tol hingga kawasan pelabuhan.

“Pemprov Jabar berterima kasih dan mendukung program ini (Pengembangan PPK Kejawanan). Kami bersedia untuk melakukan pembangunan infastruktur tambahan sepanjang jalan dari tol sampai pelabuhan,” kata Dedi pada Kamis, (17/9/2026).

Penataan akses tersebut tidak hanya mencakup peningkatan jalan. Pemprov Jabar juga menyiapkan penataan kawasan secara menyeluruh agar jalur menuju PPN Kejawanan lebih tertata.

Sejumlah rencana yang masuk dalam penataan meliputi:

  • Peningkatan dan perbaikan jalan provinsi dari akses tol menuju pelabuhan.
  • Penataan trotoar di sepanjang jalur utama menuju PPN Kejawanan.
  • Penguatan sistem penerangan kawasan.
  • Peningkatan kebersihan dan tata lingkungan di sekitar akses pelabuhan.

Dedi Soroti Bangunan Liar di Aliran Sungai

Dedi juga menyoroti keberadaan bangunan liar di sekitar aliran sungai yang menuju kawasan pelabuhan. Menurutnya, keberadaan bangunan tersebut berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan, terutama terkait sampah dan limbah.

Karena itu, penataan ruang dari gerbang tol menuju pelabuhan dinilai penting agar kawasan tersebut menjadi lebih bersih, tertib, dan berkelanjutan.

Dedi menjelaskan bangunan liar juga berpotensi mengganggu ekosistem sungai yang bermuara ke laut. Penanganan persoalan tersebut menjadi salah satu bagian dari penataan kawasan PPN Kejawanan.

PPN Kejawanan Dikembangkan Jadi Kawasan Perikanan dan Wisata

PPN Kejawanan Cirebon saat ini menjadi bagian dari proyek pengembangan Integrated Fishing Ports (IFP) and International Fish Markets (IFM) Project Phase-I di Jawa Barat.

Pengembangan tersebut tidak hanya berfokus pada aktivitas perikanan, tetapi juga mengintegrasikan sektor ekonomi, logistik, dan pariwisata bahari.

Dedi menilai pengembangan PPN Kejawanan berpotensi memberikan dampak lebih luas apabila sektor industri kelautan dan perikanan berkembang secara optimal.

“Kalau ini sudah selesai tumbuh dengan baik, industri kelautannya berkembang, penangkapan ikannya tinggi, maka orientasinya bukan sekadar produksi kelautan, tapi produktivitas kepariwisataan,” ucap dia.

Berdasarkan data yang dihimpun, pengembangan PPN Kejawanan diproyeksikan meningkatkan kapasitas dan produktivitas kawasan pelabuhan.

Kapasitas pelayanan kapal ditargetkan meningkat dari 241 unit menjadi 500 unit. Produktivitas pelabuhan juga diproyeksikan naik dari 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja diperkirakan meningkat dari 2.900 orang menjadi 8.000 orang.