Gelombang Pantai Selatan Cianjur Capai 5 Meter, Nelayan Diminta Tak Melaut


HAIJABAR.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menempatkan petugas dan Relawan Tangguh Bencana (Retana) di sejumlah pantai di Cianjur selatan untuk memantau kondisi gelombang tinggi.
Nelayan juuga diimbau tidak melaut sementara waktu demi menghindari risiko kecelakaan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah pantai di wilayah Jawa Barat, termasuk pantai selatan Cianjur, mengalami gelombang tinggi selama beberapa hari ke depan.
Masyarakat terutama nelayan, dianjurkan tidak melaut atau mendekati bibir pantai hingga kondisi gelombang kembali reda.
“Kami mengimbau masyarakat terutama nelayan, tidak melakukan kegiatan mencari ikan di laut saat gelombang tinggi karena sangat membahayakan. Ketika tetap harus melaut, aspek keselamatan perlu menjadi perhatian,” kata Samudra pada Minggu, (27/9/2026).
Samudra menjelaskan, nelayan yang tetap harus melaut diminta memastikan kondisi kapal atau perahu sebelum digunakan.
Kapal harus dipastikan tidak mengalami kebocoran dan dilengkapi alat keselamatan seperti pelampung.
Namun, nelayan tetap diminta tidak memaksakan diri apabila kondisi gelombang semakin tinggi.
Pasalnya, berdasarkan informasi BMKG, gelombang tinggi di pantai selatan Jawa Barat dapat mencapai lima meter bahkan lebih. Kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan nelayan yang beraktivitas di laut.
Untuk melakukan pemantauan dan pengawasan, BPBD Cianjur menurunkan relawan di sejumlah desa yang berada di tiga kecamatan, yakni Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta.
”Selama ini, BPBD Cianjur dibantu 360 personel Retana yang tersebar di 354 desa dan 6 kelurahan di Cianjur. Mereka berfungsi membantu melakukan deteksi dini, dengan memantau dan mengamati kondisi di wilayah masing- masing,” ucapnya.
Menurut Samudra, para relawan juga melaporkan secara cepat apabila menemukan potensi bencana dan bahaya, termasuk di kawasan pesisir selatan Cianjur.
Selain itu, relawan melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan aparat setempat ketika terjadi bencana.
”Relawan berfungsi sebagai deteksi dini, yang memantau, mengamati, dan melaporkan secara cepat, ketika terjadi potensi bahaya dan bencana alam yang akan terjadi di wilayah mereka bertugas,” katanya.