Dedi Mulyadi Sebut Pemimpin Harus Paham Persoalan Mikro dan Terbuka terhadap Kritik


HAIJABAR.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memahami persoalan secara detail hingga tingkat mikro, bukan hanya menguasai gambar besar atau analisis makro.
Ia juga menyatakan terbuka terhadap kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi melalui akun media sosialnya dan dikutip pada Senin, (26/10/2026).
Menurutnya, pemahaman terhadap persoalan di lapangan memungkinkan seorang pemimpin mengawasi kinerja bawahannya secara lebih cermat.
“Pentingnya kemampuan analisis mikro bagi seorang pemimpin, bukan sekadar pemahaman secara makro. Ini saya tahu, saya enggak bisa ditipu sama anak buah,” kata Dedi.
Dedi turut menyampaikan apresiasi kepada warganet dan para pemengaruh atau influencer yang memberikan kritik terhadap dirinya.
Ia menilai kritik merupakan bagian dari keterbukaan informasi, demokrasi, dan perkembangan ruang digital yang memungkinkan masyarakat ikut menilai kinerja pemerintah.
Dedi menegaskan, pemerintahannya akan tetap terbuka terhadap berbagai masukan, baik yang disampaikan dengan bahasa halus maupun kritik keras.
Menurutnya, kritik tersebut dapat menajdi bahan evaluasi agar pembangunan Jawa Barat terus mengalami kemajuan.