Dedi Mulyadi Ingin Jadikan Desa Muntur Indramayu sebagai Desa Bahasa Mandarin


HAIJABAR.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ingin menjadikan Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, senagai Desa Bahasa Mandarin.
Rencana ini merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan mencanangkan empat desa bahasa asing di setiap kabupaten/kota mulai bulan depan.
Empat bahasa yang akan diajarkan meliputi Mandarin, Arab, Inggris, dan Jepang.
Pemprov Jabar akan menyediakan tenaga pengajar untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Nantinya, setiap kabupaten dan kota akan memiliki empat desa yang seluruh warganya akan mengikuti kursus empat bahasa, yakni Arab, Inggris, Mandarin, dan Jepang,” ujar Dedi saat menghadiri Bursa Kerja online di PT Food Packaging Jaya, Kawasan Industri Losarang, Kabupaten Indramayu, Jumat (16/10/2026).
Dedi menjelaskan, penentuan desa yang akan menjadi lokasi pembelajaran masing-masing bahasa diserahkan kepada pemerintah daerah setempat.
Dedi menilai Desa Muntur cocok dijadikan Desa Bahasa Mandarin karena lokasinya berada di sekitar Kawasan Industri Losarang.
Kawasan tersebut menjadi tempat beroperasinya sejumlah perusahaan dengan investor asal China.
“Desa Muntur ini cocok dijadikan desa bahasa Mandarin karena lokasinya di Kawasan Industri Losarang, dan terdapat investor asing asal Tiongkok sehingga skill tersebut akan bermanfaat untuk bekerja di sini,” ujar Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi, penguasaan bahasa Mandarin diharapkan dapat memperbesar peluang warga setempat untuk bekerja di perusahaan kawasan industri.
Kemampuan tersebut juga diharapkan mempermudah proses transfer pengetahuan dari tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok kepada pekerja lokal.
Di PT Food Packaging Jaya, misalnya, terdapat 158 TKA asal China yang bertugas melatih pekerja lokal dalam membuat produk sesuai kualifikasi dan standar berdasarkan permintaan pembeli atau buyer.
Dedi juga menyebut adanya lembaga pendidikan di Bandung yang menjadi rujukan anak-anak keturunan Tiongkok untuk belajar bahasa Mandarin.
Lembaga tersebut disebut aktif mengirim peserta didiknya ke berbagai negara.
“Di Bandung ada lembaga pendidikan yang menjadi rujukan anak-anak keturunan Tiongkok untuk kursus belajar Mandarin, dan aktif mengirim peserta didiknya ke berbagai negara sehingga mereka akan ditempatkan ke desa-desa untuk mengajar bahasa asing,” kata Dedi Mulyadi.
Pada kesempatan yang sama, digelar Bursa Kerja online yang menyediakan 644 lowongan pekerjaan dari 23 perusahaan di Kabupaten Indramayu.
Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui akun TikTok milik Dedi Mulyadi dan dipandu oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim.
Lucky menjelaskan, mekanisme rekrutmen dalam bursa kerja tersebut menggunakan sistem pembobotan atau scoring berdasarkan domisili pelamar.
Sistem ini mengadopsi konsep yang mirip dengan zonasi dalam penerimaan murid baru atau SPMB.
Penilaian dilakukan secara otomatis dengan mempertimbangkan koordinat lokasi perusahaan dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pelamar.
Melalui mekanisme tersebut, warga lokal Indramayu mendapat prioritas tanpa mengabaikan kualifikasi dasar yang ditetapkan perusahaan.
“Sistem pendaftarannya terbuka, tetapi ada scoring. Jika pelamar merupakan warga lokal di titik perusahaan berdiri, maka akan mendapatkan poin plus. Konsepnya mirip zonasi sekolah, tetapi kualifikasi dasarnya tetap harus terpenuhi,” ujar Lucky.