BRT Bandung Raya Segera Hadir, Ini 18 Rute dan Lokasi Halte yang Disiapkan!


HAIJABAR.ID – Pemerintah terus mematangkan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya sebagai solusi megurai kemacetan di kawasan Cekungan Bandung.
Moda transportasi massal ini dirancang memiliki 18 rute yang menghubungkan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, hingga Sumedang, lengkap dengan ratusan halte yang saat ini mulai dipersiapkan.
Berdasarkan kajian yang telah disusun, BRT Bandung Raya akan melayani 18 koridor dengan total 256 halte, di mana 232 halte berasa di wilayah Kota Bandung.
Berikut daftar rute yang akan dilayani diantaranya:
Sementara itu, rute Tegalluar–Majalaya (via Sapan) yang sebelumnya masuk dalam perencanaan diputuskan dihapus dan akan dialihkan menjadi jalur feeder atau pengumpan.
Saat ini proyek BRT Bandung Raya memasuki tahap pembangunan halte. Sebanyak delapan halte on corridor telah disurvei oleh Kementerian Perhubungan bersama Dinas Perhubungan Kota Bandung.
Delapan halte tersebut akan dibangun di:
“Jadi hampir bersamaan sepertinya, sosialisasi yang dilakukan itu dengan off corridor yang sebelumnya sudah dilaksanakan. Nah sekarang on corridor sudah mulai lagi karena melihat timeline-nya memang sudah bisa dimulai,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian.
Ia menjelaskan pembangunan halte akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh proses survei dan persiapan selesai.
“Itu kan sudah disurvei, ada konsultannya, timeline-nya sudah jelas, pemenang tendernya, proyeknya sudah jelas.
Tinggal sebelum mengerjakan disosialisasikan dulu itu bagian dari perencanaan, persiapan, supaya di ujung tahun ini dibangun,” ujarnya.
Selain halte, pemerintah juga menyiapkan jalur khusus atau on corridor sepanjang sekitar 21 kilometer di kawasan Bandung Raya.
Untuk wilayah Kota Bandung, jalur tersebut direncanakan melintasi sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Asia Afrika, Jalan Sudirman, Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Jalan Dewi Sartika, serta beberapa ruas jalan lainnya.
Rasdian menambahkan, pembangunan jalur khusus BRT belum dimulai. Saat ini pemerintah masih memprioritaskan pembangunan halte terlebih dahulu.
Menurutnya, jalur khusus tersebut nantinya diperkirakan memiliki lebar sekitar 2,5 hingga 3 meter.
“Tapi sekarang yang pembangunan jalur on corridor-nya belum dilaksanakan. Jadi yang baru halte operator, sama yang baru dimulai itu halte on corridor, nanti lebar jalur kemungkinan 2,5 atau 3 meter, saya belum hafal,” pungkasnya.