HAIJABAR.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperluas perlindungan asuransi bagi nelayan, termasuk di wilayah Cirebon. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja bagi petani, nelayan, serta pekerja formal.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan saat ini program perlindungan tersebut telah mencakup satu juta petani, nelayan, dan pekerja informal. Jumlah penerima manfaat ditargetkan meningkat menjadi empat juta orang pada 2027.

“Di 2027 akan ditambah menjadi empat juta. Jadi nanti nelayan di Cirebon ini, di Kabupaten Cirebon, kemudian nelayan di pantai utara semuanya, kepala Dinas Kelautan saya minta segera dibuatkan data yang memadai,” kata Dedi pada Kamis, (18/9/2026).

Dedi menekankan pentingnya pendataan nelayan agar program perlindungan tersebut dapat menjangkau seluruh nelayan di Jawa Barat, khususnya mereka yang berada di sepanjang pantai utara.

Nelayan Dapat Jaminan hingga Beasiswa Anak

Perlindungan yang disiapkan pemerintah tidak hanya mencakup jaminan kesehatan. Program tersebut juga memberikan santunan apabila penerima mengalami kecelakaan kerja hingga perlindungan bagi keluarga nelayan.

Bahkan, anak nelayan yang kehilangan orang tua dapat memperoleh bantuan pendidikan berupa beasiswa hingga menyelesaikan kuliah.

“Kalau ada jaminan kematian, sampai anaknya mendapat beasiswa sampai dia selesai kuliah,” kata Dedi.

Menurut Dedi, perluasan perlindungan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggantungkan pernghasilan dari pekerjaan di sektor informal, termasuk nelayan.

Dedi Soroti Sampah Plastik dan Kondisi Laut

Selain perlindungan bagi nelayan, Dedi juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian laut. Menurutnya, kondisi ekosistem laut tidak terlepas dari pengelolaan lingkungan di wilayah hulu.

“Gunung diurus, laut dijaga. Ini dua hal yang sering berhubungan satu sama lain,” katanya.

Ia menjelaskan kerusakan kawasan pegunungan dapat memicu sedimentasi di sungai. Sementara itu, limbah dan sampah yang terbawa aliran sungai pada akhirnya bermuara ke laut dan dapat merusak ekosistem perairan.

Karena itu, Pemprov Jabar juga ingin mendorong penggunaan plastik yang lebih ramah lingkungan dan dapat terurai.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah plastik yang masuk ke laut. Dedi menyebut keberadaan plastik di laut dapat mengganggu plankton dan membuat ikan terpapar mikroplastik.

Upaya perlindungan nelayan dan pelestarian lingkungan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemprov Jabar dalam menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir sekaligus ekosistem laut.