HAIJABAR.ID – Dinas Perhubugan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyiapkan Koridoe 2 BisKita Trans Wibawamukti yang akan menghubungkan Stasiun Cikarang dengan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di kawasan Deltamas Cikarang.

Koridor baru tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027 sebagai bagian dari pengembangan transportasi massal di Kabupaten Bekasi.

Plt Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Andi Suhadhi mengatakan rute tersebut dipilih karena tingginya volume kendaraan yang melintasi jalur Stasiun Cikarang menuju kawasan Pemkab Bekasi. Kondisi itu membuat jalur tersebut kerap mengalami kepadatan lalu lintas.

“Koridor 2 nanti dari stasiun Cikarang ke area Pemda Kabupaten Bekasi. Banyak warga yang membutuhkan transportasi ke pusat pemerintahan,” katanya pada Kamis, (18/9/2026).

Penumpang BisKita Tembus 14.000 Orang Per Hari

Penambahan Koridor 2 dilakukan seiring tingginya minat masyarakat terhadap layanan BisKita Trans Wibawamukti. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan kebiasaan sebagian pengguna kendaraan pribadi untuk beralih menggunakan transportasi publik.

Saat ini, sebanyak tujuh unit bus Trans Wibawamukti melayani lebih dari 14.000 penumpang setiap hari. Armada tersebut baru beroperasi pada satu rute, yakni Stasiun Cikarang hingga Stasiun LRT Jatimulya, dengan tujuh kali keberangkatan.

Andi mengajak masyarakat menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Menurutnya, penggunaan transportasi massal dapat membantu mengurangi kemacetan, emisi gas buang, hingga angka kecelakaan lalu lintas.

“Kehadiran BisKita menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas dengan menghadirkan layanan angkutan umum yang aman, nyaman, handal, terintegrasi dan terjangkau,” ucapnya.

BisKita Hubungkan Kawasan Industri hingga Permukiman

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan transportasi memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

“Transportasi bukan hanya tentang memindahkan orang dan barang, tetapi juga menghubungkan masyarakat, menggerakkan perekonomian serta membuka akses menuju masa depan yang lebih maju,” katanya.

Asep mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Dishub Kabupaten Bekasi, mulai dari pemanfaatan Area Traffic Control System (ATCS) yang terintegrasi dengan Command Center, pengembangan becak tenaga listrik, peningkatan kualitas angkutan umum, hingga pengembangan layanan BisKita Trans Wibawamukti.

Ia berharap berbagai inovasi tersebut terus dikembangkan untuk mewujudkan sistem transportasi yang semakin aman, nyaman, tertib, modern, dan ramah lingkungan.

“Seperti Trans Wibawamukti yang telah mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat wilayah perkotaan khususnya di Kabupaten Bekasi,” ucap dia.

Sistem Pembayaran Pakai Uang Elektronik

Saat ini, BisKita melayani rute Stasiun Cikarang hingga Stasiun LRT Jatimulya. Rute tersebut menghubungkan sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan industri, pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan, hingga kompleks permukiman warga.

Setiap armada memiliki kapasitas 40 penumpang dan dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti AC, CCTV, driver console, camera DSM, tab on bus, mesin penghitung penumpang (APC), kamera ADAS, serta mobile DVR.

Sistem pembayaran dilakukan secara non-tunai menggunakan kartu uang elektronik, di antaranya Flazz, E-Money, Brizzi, dan TapCash.

BisKita Trans Wibawamukti beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB. Waktu tunggu antarbus sekitar 12 menit dengan total 50 titik pemberhentian di sepanjang lintasan.