Prabowo Bakal Sumbangkan Lahan di Bandung untuk RTH dan Sekolah Rakyat, Ini Kata Wali Kota


HAIJABAR.ID – Presiden Prabowo Subianto berencana menyumbangkan lahan di Kota Bandung, Jawa Barat, untuk pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan Sekolah Rakyat.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang menyebut penyerahan lahan diperkirakan berlangsung dalam dua pekan ke depan.
“Insyaallah dalam waktu dua minggu ke depan, Pak Presiden Prabowo akan menyumbangkan lahan ke Kota Bandung, untuk RTH dan juga untuk sekolah rakyat,” kata Farhan pada Rabu, (4/11/2026).
Farhan mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian mengenai luas dan lokasi lahan yang akan disumbangkan.
Ia juga belum mengetahui secara pasti apakah lahan tersebut berasal dari kantor pribadi atau menggunakan anggaran kenegaraan.
“Jumlahnya berapa nanti kita umumkan. Yang pasti Pak Prabowo sudah menyetujui akan menyumbangkan lahan, berapa luasnya dan wilayah di mana, saya lagu nunggu kepastian dulu,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, RTH di Kota Bandung saat ini mencapai 16.729,65 hektare. Namun, cakupannya baru 12,15 persen hingga 15,73 persen masih berada di bawah target 20 persen.
Rencana sumbangan lahan dari Prabowo tersebut nantinya juga akan dimanfaatkan untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Bandung.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung masih berkutat dalam urusan pencarian lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Pasalnya, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan sekolah tersebut harus memiliki luas 5 hektare.
Hingga sekarang, terdapat empat calon lokasi Sekolah Rakyat di Kota Bandung. Rinciannya berada di:
Terkait lahan untuk Sekolah Rakyat, Farhan menyatakan bahwa sumbangan dari Prabowo rencananya akan berbeda dengan lahan yang disiapkan Pemkot Bandung.
Sebab, lahan yang saat ini disiapkan pemerintah daerah masih berstatus milik swasta dan belum beralih kepemilikan.
“Saya cuma ikut survei aja, masalah kepastiannya masih dari Istana. (Lahan yang disiapkan Pemkot untuk Sekolah Rakyat?) Kayaknya bukan, ya. Kayaknya yang disiapin sama Pemkot mah ternyata kan masih punya swasta, ya kita nggak sanggup belinya,” pungkasnya.