Bupati Bekasi Jemput Bola ke Kawasan Industri, 1.886 Lowongan Kerja Dibuka untuk Warga Lokal


HAIJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, terus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat melalui program jemput bola ke sejumlah perusahaan dan kawasan industri.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil dengan dibukanya 1.886 lowongan kerja dari 69 perusahaan melalui program bursa kerja virtual.
Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, pendekatan langsung kepada perusahaan dilakukan untuk mendorong penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya warga Kabupaten Bekasi.
Melalui dialog dengan pelaku usaha, pemerintah daerah mulai mendapatkan respons positif berupa pembukaan lowongan pekerjaan.
“Alhamdullillah ketika datang ke kawasan industri A, berdiskusi, berdialog, akhirnya terbuka untuk pekerjaan. Begitu juga dengan kawasan industri B, lalu ke perusahaan-perusahaan lainnya. Ternyata upaya ini baik, dengan cara kita berdialog dengan dunia usaha secara langsung,” katanya pada Kamis, (5/11/2026).
Asep menjelaskan, program bursa kerja virtual tahun ini telah memasuki pelaksanaan jilid ketiga atau batch 3. Pada tahap tersebut, terdapat 573 lowongan pekerjaan yang dibuka oleh 24 perusahaan.
”Alhamdulillah, hari ini sudah batch 3, yang kami buka 573 lowongan pekerjaan dari 24 perusahaan. Tadi saya juga langsung secara online menerima para pencari kerja asal Kabupaten Bekasi yang ingin mendapatkan pekerjaan,” ucapnya.
Menurut Asep, bursa kerja virtual menjadi salah satu upaya Pemkab Bekasi untuk mendekatkan akses kesempatan kerja kepada masyarakat.
Program tersebut sekaligus menjadi sarana membangun komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan perusahaan di kawasan industri.
Berbeda dengan pelaksanaan pameran bursa kerja sebelumnya yang dilakukan secara terpusat, kini pemerintah daerah memilih mendatangi perusahaan secara langsung.
Langkah ini juga dilakukan untuk menghindari kekisruhan yang pernah terjadi dalam pelaksanaan job fair secara langsung.
Asep mengatakan, Pemkab Bekasi akan terus melakukan roadshow ke sembilan kawasan industri yang tersebar di wilayah Kabupaten Bekasi.
Kunjungan tersebut bertujuan menggali lebih banyak peluang kerja sekaligus mengajak perusahaan berpartisipasi dalam program penyerapan tenaga kerja lokal.
Ia menilai keterlibatan perusahaan dalam kegiatan job fair masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, terdapat banyak perusahaan di kawasan industri Kabupaten Bekasi yang berpotensi membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Asep mencontohkan, salah satu kawasan industri memiliki ribuan perusahaan. Namun, jumlah perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan job fair masih terbatas.
Karena itu, Pemkab Bekasi berencana kembali melakukan kunjungan untuk mendorong lebih banyak perusahaan bergabung.
Upaya memperluas kesempatan kerja tersebut menjadi perhatian serius Pemkab Bekasi karena angka pengangguran di wilayah tersebut masih tergolong tinggi.
Asep menyebut tingkat pengangguran Kabupaten Bekasi mencapai 8,73 persen. Bahkan, angka tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Barat.
”Kenapa ini kita lakukan? Karena Kabupaten Bekasi memiliki angka pengangguran yang sangat tinggi, yaitu 8,73 persen. Bahkan, angka tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Barat,” katanya.
Melalui pendekatan langsung kepada perusahaan dan pelaksanaan bursa kerja virtual, Pemkab Bekasi berharap semakin banyak perusahaan membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat setempat sehingga penyerapan tenaga kerja lokal dapat terus meningkat.